Misteri KPK

November 8, 2009

Jika kalian sedang mencari info paling uptodate tentang KPK, kapolri, dan Anggodo maka ijinkan saya mengucap “Selamat, kalian nyasar dengan sukses!” Lhoh, kok bisa? Begini ceritanya…

Alkisah seorang putri terpandang dari golongan bule sedang tersasar di pelosok desa perkampungan Indian. Celakanya, bensin mobil yang dikendarainya habis dan hari sudah mulai gelap. Tak kurang akal dan tanpa ragu ia pun berjalan menuju rumah kepala suku dengan harapan minta tolong diantar ke pom bensin terdekat dan memberi imbalan sejumlah besar uang kalau ia diantar pulang.

Geronimo sang kepala suku, satu-satunya Indian yang bisa berbahasa Inggris di situ, menugaskan prajurit terbaiknya untuk melakukan tugas itu. Namun atas pertimbangan kelestarian budaya dan tempat tinggal, maka si prajurit haruslah bisu agar tidak ditanya macam-macam oleh para kulit pucat jika tertangkap dan harus segera pulang bila tugas telah selesai.

Setelah termenung sejenak, Geronimo memutuskan bahwa tiada orang lain yang bisa melakukan tugas berbahaya ini selain dirinya dan kuda kesayangannya yang bernama Anggodo. Dengan sigap ia menarik wanita montok itu ke atas kuda sambil berujar, “I’ll ride you uptown to the Sherif Bummbang”. Sedikit gelagapan si wanita segera berpegangan dan menjawab, “Yes, oh thank you.”

Selama 15 menit perjalanan si wanita yang duduk di belakang tak berani toleh kiri kanan saking cepatnya kuda berlari. Takut terjatuh adalah alasan yang sangat masuk akal, pikirnya sambil mempererat pegangannya. Sampai di tengah kota para koboi sudah ramai menodongkan pistol ke arah si Indian, tapi tiada seorangpun yang berani menembak karena perempuan seksi yang diboncengnya adalah anak KepalA kePOLisian distRIk Wyoming alias Sherif Bummbang. Si nona sempat terkejut juga atas kejadian itu, ia tak sadar bahwa sepanjang jalan si Indian tak henti-hentinya berteriak “Yeeeeehhaa…! Owyeeehaa…!!” Padahal semua orang tahu diberlakukan aturan suku Indian tidak boleh memasuki kawasan kulit putih dan sebaliknya.

Sherif segera keluar menetralisir keadaan serta merta menyambut putrinya yang tampak pucat pasi. Tanpa tegur sapa, Geronimo dan kudanya, segera bertolak balik ke kampungnya diiringi tembakan salvo para koboi dan tetap berteriak “Yeeehaaa!”. “You okay?” tanya sherif. “Yes, father” jawab anaknya. Dengan maksud membanggakan si buah hati, ia memproklamirkan kemampuan berkuda putrinya kepada semua koboi yang ada di situ dan berjanji mentraktir wishkey bila ada yang menandingi. Tapi Charley Sheen, pentolan koboi yang disegani semua orang segera nyeletuk “Gimana caranya kamu bisa gak jatuh dibonceng secepat itu? Susah dipercaya…”. Si nona menjawab bangga, “tentu saja dengan memegang erat pelana kuda…meski kuakui itu adalah pelana terlicin yang pernah kupegang, dan aku yakin kalian semua pasti terjatuh jika dibonceng Indian itu!”.
Charley kemudian berkata, “nona, kamu memang pembohong kelas kakap”. “Jaga mulutmu!!!” bentak si perempuan dan ayahnya hampir bersamaan. Sambil ngeloyor pergi si ketua koboi ini menjawab, “suku Indian tidak pernah memakaikan pelana pada setiap kuda yang mereka tunggangi, itulah alasan kenapa mereka dilarang memasuki kota…supaya tak ada kasus kuda lepas kendali.”
Ayah dan anak: “lantas yang dipegang … … …?”
Semua koboi serempak: “bwahahahahha…!”

*KPK: Kasus Pelana Kuda

Bookmark and Share

Tinggalkan Balasan